Beranda  >  Daftar Periksa Persyaratan Kerja  > Tips untuk Mengelola Pemutusan Hubungan Kerja
 Bagi  Versi Cetak  Email

Terjemahan lainnya

Tips untuk Mengelola Pemutusan Hubungan Kerja

Provided by Solutions Consultant   and BizMantra

Biasanya tugas yang paling menakutkan seorang manajer adalah pemutusan hubungan kerja. Namun apabila performa karyawan tidak membaik setelah beberapa bulan teguran, pelatihan, dan pendokumentasian, maka Anda harus menghadapinya.

Memecat untuk performa di bawah standar berarti satu dari dua hal: entah itu karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan bahkan setelah mengikuti banyak pelatihan, atau dia tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang lain bahkan setelah pembimbingan sekian lama.

Apabila Anda telah melakukan tugas Anda untuk mengawasi, dan Anda telah berbicara dengan karyawan tersebut secara formal dan informal, maka Anda berdua harus menyetujui rencana perbaikan untuk hal-hal yang gagal dilaksanakan dengan baik oleh karyawan. Melalui proses disipliner, Anda perlu mencatat data tentang segala percakapan, perjanjian, dan pengamatan Anda. Pendek kata, Anda telah melihat tidak ada perubahan yang positif. Pada titik ini, pemutusan hubungan kerja tidak hanya menjadi kejutan bagi karyawan, malah mungkin akan meringankannya.

Jangan hanya melakukannya sekedar atas dasar belas kasihan. Bahkan ketika dia mengetahui apa yang akan diterimanya, penolakan dan penghinaan masih tetap menyakitkan.

Gunakan ini sebagai panduan untuk menangani situasi yang sulit. Tips ini tidak hanya akan membuat semua pihak merasa lebih nyaman dengan keputusan pemutusan hubungan kerja, namun mungkin akan membuat Anda tetap di luar gedung pengadilan pula!

  1. Pstikan Anda punya alasan kuat saat mengeluarkan karyawan.
  2. Apabila Anda memiliki alasan yang kuat, tulis surat pemutusan hubungan kerja untuk diserahkan ke karyawan.
  3. Rencanakan pertemuan.
  4. Ketika karyawan tiba, jangan bertele-tele atau mengobrol tidak menentu.
  5. Bersiaplah dengan reaksi terkejut dan menolak, memohon, dan air mata, atau marah.
  6. Jika perlu, tanyakan kepada karyawan apakah dia ingin mengundurkan diri daripada dipecat.
  7. Berikan surat yang telah Anda siapkan.
  8. Akhiri pertemuan.

Sekalipun sebuah pemutusan hubungan kerja sulit dikatakan sebagai sebuah “kemenangan”, itulah yang akan terjadi, apabila Anda bisa melakukannya dengan profesional.

Dapat dimengerti, inilah kemenangan bagi Anda, karyawan lain (yang mungkin telah bekerja lebih keras untuk menutupi performa buruk karyawan yang dikeluarkan), dan organisasi Anda.

Apabila Anda menangani pemutusan hubungan kerja dengan penuh martabat dan anggun, berarti Anda memberi kesempatan penting bagi karyawan untuk mencari posisi yang lebih baik.


Copyright © 2009, Solutions Consultant Pvt. Ltd. All Rights Reserved.
 Bagi  Versi Cetak  Email
Rating (0)
Beri rating item ini
Klik bintang di bawah untuk memberi rating item ini.
Anda harus masuk untuk menambahkan rating. Masuk (Log in) | Daftar