Beranda  > Tanya Jawab tentang Penetapan Harga
 Bagi  Versi Cetak  Email

Terjemahan lainnya

Tanya Jawab tentang Penetapan Harga

Adapted from content excerpted from the American Express® OPEN Small Business Network


Tidak peduli Anda menjual produk atau jasa, harga yang Anda tetapkan ke pelanggan akan berdampak langsung terhadap keberhasilan bisnis Anda. Sayangnya, penetapan harga merupakan salah satu hal yang paling tidak dipahami dalam menjalankan usaha kecil. Banyak pemilik usaha kecil yang menghitung biaya dasar, dan kemudian menetapkan harga secara sembarangan. Harga yang ditentukan secara sembarangan ini akan memberikan hasil yang sembarangan pula. Luangkan waktu Anda untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga – mulai dari biaya Anda hingga citra Anda terhadap harga pelanggan – untuk membantu memastikan strategi penetapan harga yang efektif.

Pilih di antara beberapa pertanyaan di bawah ini untuk mendapatkan jawaban ke pertanyaan penetapan harga yang paling umum.

Saya pernah mendengar bahwa usaha kecil perlu mengikuti formulasi penetapan harga tertentu. Apakah itu? Apakah efektif?

Dua formulasi penetapan harga yang paling umum dipakai adalah dengan menghitung langsung biaya-plus-overhead-plus-keuntungan, dan dengan menggandakan harga grosir.

Sayangnya, rumus ini bisa menimbulkan masalah. Mengapa demikian:

  • Rumus itu tidak mempertimbangkan semua biaya tersembunyi dan semua faktor yang harus diperhatikan ketika menetapkan harga.
  • Rumus itu tidak menganggap bahwa harga yang Anda tetapkan untuk apa pun akan terikat pada apa yang pelanggan ingin – atau harapkan. Banyak penjual lupa bahwa tidak peduli berapa pun yang harus dibayar untuk suatu produk dan jasa yang menurut mereka sepadan, apabila pembeli tidak ingin membayarnya, maka tidak akan laku barang dan jasa itu.
  • Penjual tidak memperhitungkan komponen “psikologis”. Pelanggan tidak selalu membuat keputusan untuk membeli berdasarkan logika. Misalnya, terkadang pelanggan akan menyamakan kualitas dengan harga – apabila harga Anda terlalu rendah, mereka curiga akan mendapatkan barang yang tidak standar dan menghindari harga “obral”.
[Kembali ke atas]

Pengeluaran apa sajakah yang harus diperhitungkan saat menentukan biaya?

Tentu saja, Anda perlu memperhitungkan biaya langsung dasar seperti harga pokok penjualan dan persediaan dan biaya tenaga kerja. Namun banyak usaha kecil yang lupa memperhitungkan biaya tidak langsung lainnya. Berikut ini adalah beberapa kategori yang perlu diperhatikan:

  • Perabot dan perlengkapan
  • Alat tulis, kartu nama, persediaan kantor
  • Langganan majalah
  • Keanggotaan di organisasi profesional
  • Pos, kiriman kilat, layanan pesan
  • Biaya telepon dan faks
  • Pencetakan
  • Perangkat lunak
  • Ongkos perjalanan dan transportasi
  • Biaya konsultan
  • Waktu Anda
[Kembali ke atas]

Bagaimana saya dapat menentukan apakah pasar bersedia membayar untuk produk atau jasa saya?

Sekali Anda menentukan apa saja yang menentukan harga produk, sekarang waktunya Anda melakukan penelitian. Anda perlu mencari tahu berapa harga untuk barang atau jasa serupa yang telah ada. Ini sangat mungkin berupa kegiatan berbelanja atau menghubungi pesaing Anda. Berhati-hatilah untuk meneliti apa saja yang ditawarkan oleh pesaing di dalam produknya. Apakah mereka memberi perhatian pada hal-hal yang bersifat pribadi, kebijakan retur barang yang agak leluasa, ataukah pengiriman gratis? Semua faktor ini harus dilihat dalam mengambil keputusan pembelian.

[Kembali ke atas]

Saya memiliki banyak pesaing yang harganya jatuh pada kisaran yang cukup lebar. Bagaimana saya bisa tahu apakah suatu harga terlalu tinggi atau terlalu rendah?

Apabila Anda ingin menjadi vendor dengan harga murah, Anda mungkin ingin menawarkan beberapa pernak-pernik tambahan dan membuat uang dari penjualan partai besar. Banyak ahli yang berpendapat bahwa ini merupakan cara yang berbahaya bagi usaha kecil, karena dapat menempatkan pengusaha ke wilayah yang sudah dikuasai oleh pedagang besar yang memiliki daya beli yang besar dan dapat memotong harga lebih rendah lagi. Misalnya, sebuah toko alat tulis kecil atau toko besi perorangan mungkin tidak dapat menghasilkan uang dengan menjual barang dengan harga yang sama dengan toko raksasa seperti Staples atau Office Depot.

Apabila Anda memutuskan untuk menaikkan spektrum harga, Anda perlu memberi nilai tambah ke barang yang dijual. Ini berarti Anda harus menyediakan jasa, produk, atau sumberdaya tambahan, selain daripada produk itu sendiri. Anda mungkin berpikir tidak mampu menawarkan tambahan apa pun, namun seringkali, memberi nilai tambah berarti mengacaukan perhatian ke sesuatu yang telah Anda tawarkan misalnya jasa garansi online, waktu penyelesaian yang cepat, produk berkualitas tinggi, atau fitur tambahan. Dengan mengacaukan perhatian ke hal-hal ini, tim pemasaran Anda seringkali memutuskan untuk menetapkan harga tinggi kepada pelanggan.

[Kembali ke atas]

Saya sedang mencari jalan untuk mendapatkan calon pelanggan baru yang menguntungkan. Haruskah saya menurunkan haga untuk membuat agar bisnis terlihat menarik?

Banyak bisnis jasa yang bersedia dibayar murah karena mereka ingin membangun hubungan. Ini mungkin bukan ide yang bagus. Sekali Anda menjadi alternatif haga murah, akan sangat sulit bagi Anda untuk keluar dari situ. Dengan kata lain, apabila Anda ingin pelanggan menuinjau kembali harga, mereka biasanya tidak ingin harga Anda berubah. Sebaiknya Anda mencari cara lain untuk membedakan diri Anda – entah dengan menawarkan jasa yang sangat baik, kualitas yang sangat baik, atau unsur nilai tambah lainnya.

[Kembali ke atas]

Haruskah harga bisnis jasa ditentukan per jam ataukah per pekerjaan?

Dengan menggunakan tarif per jam atau per proyek – tergantung pada bisnis Anda – industri yang berbeda akan memiliki sesuai yang khas dan dapat ditiru, dan Anda harus meneliti, apa yang dianggap umum di bisnis Anda. Berikut ini adalah contoh keadaan di mana satu metode lebih baik daripada yang lain:

  • Untuk pekerjaan di mana klien ingin membuat perubahan terhadap proyek setelah berlangsung atau di tengah-tengah proses, Anda lebih baik menetapkan tarif per jam. Dimisalkan, Anda bekerja dengan pebgolah kata dan Anda menghabiskan beberapa hari mengetik tesis yang cukup panjang bagi seorang mahasiswa. Setelah Anda menyelesaikan pekerjaan, dia kembali kepada Anda dengan beberapa revisi terhadap tesis yang telah selesai diketik. Apabila Anda telah dibayar untuk pekerjaan sebelumnya, Anda mungkin harus menghabiskan waktu beberapa jam tanpa dibayar. Apabila Anda menetapkan tarif per jam, Anda akan memperoleh waktu jam kerja tambahan ke pekerjaan aslinya.
  • Apabila tarif per jam Anda membuat pelanggan menolak keras, maka tarif per proyek mungkin menjadi pilihan berikutnya. Misalnya, apabila Anda menulis sebuah brosur untuk iklan dan Anda tahu bahwa prosesnya akan memakan waktu 2 jam, maka tarif sebesar Rp125 per jam mungkin dianggap terlalu tinggi. Namun dengan menegosiasikan tarif tetap Rp250 mungkin akan dianggap wajar.

Mengetahui berapa lama suatu pekerjaan dapat diselesaikan merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan tarifnya. Apabila Anda tidak memiliki pengalaman dalam menentukan lama pekerjaan, carilah orang lain untuk memperkirakannya.

[Kembali ke atas]

Saya khawatir saya melakukan banyak pekerjaan untuk klien tapi kemudian saya capek sendiri saat saya menagihnya. Adakah hal lain yang bisa saya lakukan?

Ini merupakan dilema yang umum dijumpai pada bisnis jasa, karena biasanya tidak ada cara untuk mengambil jasa yang telah Anda berikan. Itulah sebabnya banyak bisnis jasa yang meminta bayaran di muka. Meode biasa untuk melakukan ini adalah meminta sepertiga pembayaran di saat penandatanganan kontrak, sepertiga lagi di tengah-tengah pekerjaan, dan sepertiga di saat penyelesaian.

[Kembali ke atas]

Bagaimana saya menetapkan harga grosir yang layak dijual?

Seperti pertanyaan tentang penetapan harga yang lain, penetapan harga bagi pengecer yang akan menjual kembali produk Anda memerlukan beberapa hal yang harus dikaji. Secara umum, pengecer tidak akan membeli dari Anda apabila mereka bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah dari pihak lain. Pengecer juga mampu menggandakan harga yang Anda tetapkan (rumus harga eceran umum = grosir x 2) dan mereka masih mampu mendapatkan pelanggan.

Untuk memastikan Anda memenuhi persyaratan ini, lakukan hal-hal berikut ini untuk penetapan harga grosir Anda:

  • Selidiki persaingan Anda di tingkat grosir dengan menghubungi para pesaing untuk mendapatkan harga mereka, mengunjungi pameran dagang, dan berbicara di asosiasi dagang.
  • Berbicaralah dengan paa pengecer. Bertanyalah ke para pemilik toko, ke mana mereka membeli barang dan berapa harganya. Atau pergilah ke toko-toko dan bagilah dua harga eceran untuk menentukan harga grosir.
  • Hubungi asosiasi pengecer yang akan menjadi target penjualan Anda dan carilah berapa selisih harga grosir dan eceran barang-barang. Ini akan membantu Anda menentukan apakah pengecer yang akan menjadi target penjualan Anda masih bersedia membayar.
[Kembali ke atas]

Copyright © 1995-2014, American Express Company. All Rights Reserved.

 Bagi  Versi Cetak  Email
Rating (0)
If you are a human, do not fill in this field.
Klik bintang untuk menilai.
  

 

Komentar