Pengelolaan Bahan Anda
Apa yang dimaksud dengan Pembelian?
Pembelian adalah proses penemuan sumber dan pemesanan bahan, jasa, dan perlengkapan. Kegiatan tersebut terkadang disebut Pengadaan barang. Tujuan utamanya adalah memperoleh bahan dengan biaya serendah mungkin yang konsisten dengan kualitas dan jasa yang dipersyaratkan. Terlepas dari memastikan bahwa perusahaan mempunyai persediaan bahan tanpa henti, adalah fungsi dari pembelian untuk memastikan bahwa ada keseimbangan antara persediaan bahan dengan tingkat inventaris sehingga perusahaan dapat mempertahankan posisi labanya sepanjang menyangkut biaya bahan.
Apa yang dimaksud dengan prosedur pembelian yang efektif?
Prosedur pembelian dibahas di bawah:
Langkah 1 - Tanda terima dan analisis Daftar Permintaan Pembelian (Purchase Requisition - PR)
Bagian pembelian menerima dan menganalisis kebutuhan bahan atau persediaan dari bagian yang mengajukan permintaan. Permintaan seperti itu ditemukan pada formulir Daftar Permintaan Pembelian memuat perincian permintaan seperti kuantitas dan spesifikasi produk.
Langkah 2 - Pemilihan sumber persediaan yang potensial
Jika bahan atau persediaan yang sedang dimintakan bukan barang yang baru, maka karyawan pembelian akan memeriksa file atau catatan mereka tentang semua pemasok berkenaan dengan permintaan seperti itu, kalau tidak, mereka perlu memeriksa halaman kuning atau internet atau beberapa kemungkinan sumber lain untuk mencari pemasok baru.
Langkah 3 - Pengajuan Permintaan Penawaran Harga
Jika tidak ada pemasok tetap untuk bahan atau persediaan yang sedang diminta dan tidak ada hasrat untuk mencari pemasok baru, maka pemasok yang ada akan dihubungi. Namun demikian, pemasok baru atau potensial akan diminta untuk mengirimkan penawaran harga untuk keperluan evaluasi oleh bagian pembelian.
Langkah 4 - Pemilihan Sumber yang Tepat
Begitu penawaran harga diterima, para pemasok kemudian akan dievaluasi. Kriteria evaluasi mencakup sebagai berikut:
• Penawaran harga
• Spesifikasi
• Kemampuan pengiriman
• Sifat bisa dipercaya dan diandalkan pemasok
• Reputasi pemasok
• Kemungkinan potongan partai besar
• Kemungkinan menjalin hubungan jangka panjang dengan pemasok.
Pemilihan pemasok yang layak bergantung kepada jenis barang dan pentingnya barang yang sedang diusahakan.
Langkah 5 - PenetapanHarga yang Tepat
Begitu pemasok terpilih, maka kedua pihak perlu menyepakati harga yang tepat. Negosiasi harga atau potongan harga partai besar dan pengaturan lainnya dapat terjadi pada langkah ini.
Langkah 6 - Pengeluaran Pesanan Pembelian ( Purchase Order - PO )
Begitu harga telah disepakati dan disetujui, maka Pesanan Pembelian akan dikeluarkan kepada pemasok menegaskan perincian yang disajikan pada foormulir Permintaan Pembelian. Bagian pembelian berfungsi menindaklanjuti pemasok tidak hanya untuk pemenuhan is Pesanan Pembelian tetapi juga untuk pelaksanaan jadwal pengiriman yang telah disepakati.
Langkah 7 - Analisis Laporan Penerimaan dan Persetujuan Faktur Penjaja/Vendor bagi pembayaran
Sebelum pembayaran dari faktur vendor disetujui, maka Bagian Pembelian bertanggung jawab melalui Bagian Penerimaannya untuk mengevaluasi muatan pengiriman sebagaimana disajikan pada Laporan Penerimaan untuk dicocokkan dengan Pesanan Pembelian (PO) dan Daftar Permintaan Pembelian (PR). Pengambilan contoh secara acak dari barang-barang bisa dilakukan untuk menentukan kejujuran muatan yang dilaporkan dalam Laporan Penerimaan. Pemantauan kualitas yang ketat adalah hal yang penting pada tahap ini.
Pendekatan pembelian yang berlainan itu terdiri dari apa saja?
Pendekatan pembelian berbeda bergantung kepada apakah barang tersebut bernilai rendah atau tinggi atau apakah memounyai dampak besar atau kecil terhadap bisnis (lihat Gambar 1).
Gambar 1 - Pendekatan Khusus Pembelian
|
Dampak Bisnis |
|||
|
Tinggi
|
LV, barang-barang HBI Pembelian Berdasarkan Biaya |
HV, barang-barang HBI Kemitraan bersama Pemasok |
|
|
Rendah |
LV, barang-barang LBI Pembelian Barang Dagangan |
HV, barang-barang LBI Proses Tawar-Menawar |
|
|
Rendah |
Tinggi |
Nilai Produk Menyeluruh
Keterangan mengenai beberapa pendekatan pembelian yang berbeda diuraikan dibawah:
|
Barang-barang |
Penggolongan barang |
Keterangan |
Pendekatan Pembelian |
|
Barang-barang Rutin |
Nilai Rendah, Barang-barang yang Berdampak Rendah terhadap Bisnis |
Barang-barang yang bisa diperoleh dari mana saja seperti persediaan kantor, |
Pembelian barang dagangan |
|
Barang yang berpengaruh |
Nilai Rendah, Barang-barang yang Berdampak Tinggi terhadap Bisnis |
Barang-barang bernilai rendah tetapi perlu ditambah terus menerus. |
Pembelian Berdasarkan Biaya |
|
Kemacetan |
Nilai Tinggi, Barang-barang yang Berdampak Rendah terhadap Bisnis |
Barang-barang yang tidak berdampak langsung terhadap jalan perusahaan tetapi merupakan barang-barang berharga mahal (mobil, komputer) |
Proses tawar menawar; program akreditasi pemasok |
|
Barang-barang sangat penting |
Nilai Tinggi, Barang-barang yang Berdampak Tinggi terhadap Bisnis |
Barang-barang yang sangat penting untuk operasional bisnis dalam hal dampak dan nilai produk. |
kemitraan pemasok / perjanjian pembelian |
REFERENSI:
• Stanley E. Fawcett dan Steven R. Clinton, Enhancing Logistics Performance to Improve Competitiveness of Manufacturing Organizations, Production and Inventory Management Journal , Kuartal 1 1996, halaman 40-46.
• Joseph R. Carter dan Ram Narasimhan, Is Purchasing Really Strategic? International Journal of Purchasing and Materials Management , Musim Dingin 1996, halaman 20-28.
• Lisa M. Ellram dan Owen R. Edis, A Case Study of Successful Partnering Implementation, International Journal of Purchasing Materials Management , November 1996, halaman 20-28.
• Richard B. Chase dan Nicholas J. Aquilano. Bab 17 – Materials Management and Purchasing, Production and Operations Management: Manufacturing and Services , Edisi 7, 1995, halaman 694-732.
• Wim G. Biemans dan Maryse J. Brand, Reverse Marketing: A Synergy of Purchasing and Relationship Marketing, International Journal of Purchasing and Materials Management, Musim Panas 1995, halaman 29-37.
• Charles A. Watts, Kee Young Kim, dan Chan K. Hahn, Linking Purchasing to Competitive Strategy, International Journal of Purchasing and Materials Management, Musim Semi 1995, halaman 3-8.
| Kembali ke Beranda |
|
|
|
