Beranda  > Memproyeksikan Arus Kas
 Bagi  Versi Cetak  Email

Terjemahan lainnya

Memproyeksikan Arus Kas

Adapted from content excerpted from the American Express® OPEN Small Business Network


Masalah arus kas seringkali mengejutkan pemilik usaha kecil. Proyeksi arus kas yang akurat dapat melindungi wirausahawan dari situasi ini. Proyeksi arus kas memetakan jumlah uang yang diharapkan diterima oleh bisnis Anda dan pembayaran untuk setiap bulan dalam siklus 6- atau 12-bulanan. Prakiraan ini mempertimbangkan selisih waktu antara tagihan klien Anda dan penerimaan uang; munculnya pengeluaran dan pembayaran atasnya; dan tagihan pajak yang belum dibayar kepada pemerintah hingga nantinya. Proyeksi arus kas yang disiapkan dengan baik memungkinkan kita memplotkan posisi arus kas yang diantisipasi dari waktu ke waktu. Proyeksi arus kas juga membantu Anda mengantisipasi kekurangan dana dengan segera, sehingga bisa cepat diatasi, yang akan mencegah Anda dari krisis arus kas. Juga, proyeksi arus kas dapat membantu Anda melihat tren penjualan, memberitahu Anda apakah pelanggan Anda membayar terlalu lama, dan membantu perencanaan pembelian aset utama. Lagi pula, seandainya Anda memutuskan untuk mencari pinjaman, bank akan meminta proyeksi arus kas dalam setahun yang dibuat per bulan, dan proyeksi tiga hingga lima tahun yang dibuat per kuartal. Proses selangkah demi selangkah berikut ini akan memandu Anda dalam menyiapkan proyeksi arus kas:

Langkah 1: Uang tunai di tangan

Hitung uang tunai Anda di awal dari bulan pertama dari proyeksi Anda. Jumlahnya disebut “uang tunai di tangan”. Dalam bulan-bulan berikutnya, saldo tunai akhir dari satu bulan akan dibawa ke saldo tunai awal dari bulan berikutnya.

Langkah 2: Penerimaan uang tunai

Catatlah penjualan tunai, penjualan kartu kredit, penagihan dari rekening kredit, dan pendapatan bunga lainnya. Kunci untuk melakukan ini dengan berhasil adalah dengan mencatat penerimaan di bulan-bulan yang sesungguhnya Anda harapkan akan menerima uang, bukan penjualan yang dibuat di bulan tersebut.

Langkah 3: Piutang dagang

Catatlah piutang yang diantisipasi dalam bulan di mana Anda berharap dibayar. Apabila Anda tidak menyimpan catatan yang menunjukkan berapa lama pelanggan individual akan membayar tagihan, hitung “periode tagihan rata-rata” dengan membagi jumlah penjualan untuk tahun sebelumnya dengan 365. Hasilnya adalah rata-rata penjualan harian Anda. kemudian, bagi nilai Rupiahs dari piutang dagang Anda dengan rata-rata penjualan harian. Hasilnya adalah rata-rata angka hari yang diperlukan untuk mengumpulkan tagihan. Dengan menggunakan angka ini sebagai panduan, catatlah pembayaran ketika tiba di tahun depan.

Langkah 4: Uang tunai lain-lain

Rekening untuk pemasukan tunai lain-lain yang diantisipasi, termasuk pinjaman baru dari bank atau anggota keluar, atau tawaran saham.

Langkah 5: Jumlah tunai yang tersedia

Untuk setiap bulan di dalam proyeksi Anda, tambahkan jumlah dari langkah 1 hingga 4. Angka yang dihasilkan adalah jumlah uang tunai yang tersedia bagi Anda di setiap bulan.

Langkah 6: Uang tunai yang dibayarkan

Sekarang tiba waktunya menghitung pengeluaran yang diantisipasi dalam sebulan di dalam proyeksi Anda.

Pertama, periksalah biaya operasional. Sekali lagi, rahasianya adalah mencatat setiap pengeluaran yang akan dibayarkan dalam satu bulan, bukan pada bulan munculnya biaya tersebut. Pastikan untuk memasukkan hal-hal berikut ini di dalam daftar biaya operasional:

  • Upah kotor, termasuk lembur yang diantisipasi
  • Gaji bulanan bagi pemilik
  • Pajak upah dan tunjangan, termasuk liburan dibayar, cuti sakit dibayar, asuransi kesehatan, dan asuransi pengangguran
  • Subkontrak dan layanan luar, termasuk biaya tenaga dan bahan
  • Pembelian bahan untuk digunakan dalam pembuatan produk atau jasa, atau untuk dijual kembali
  • Persediaan yang digunakan di dalam bisnis
  • Reparasi dan pemeliharaan (pastikan sudah memasukkan biaya tak terduga yang besar untuk pemodelan ulang, renovasi, dll.)
  • Biaya pengemasan, pengangkutan, dan pengiriman
  • Biaya perjalanan, mobil, dan parkir
  • Iklan dan promosi, termasuk selebaran, surat langsung, media cetak atau iklan TV, daftar halaman kuning, pemeliharaan dan desain situs web
  • Jasa profesional seperti ongkos dibayarkan ke pengacara, pemegang buku, akuntan, konsultan, dll.
  • Sewa
  • Telekomunikasi seperti telepon, faks, ISP
  • Utilitas seperti air, pemanas, listrik, gas
  • Asuransi termasuk kebakaran, kewajiba, kompensasi karyawan, dll.
  • Pajak
  • Bunga jatuh tempo untuk pinjaman
  • Biaya lain-lain yang memfokus ke biaya khusus di dalam bisnis
  • Lain-lain (termasuk dasar bagi pengeluaran lain-lain)
    Apabila Anda sudah selesai mencatat ini, jumlahkan biaya operasional.

Langkah 7: Biaya lain-lain

Hitunglah biaya lain yang masih dikeluarkan untuk operasional bisnis. Pastikan sudah mencakup hal-hal berikut ini:

  • Pembayaran pokok pinjaman – kendaraan, pembelian perlengkapan, dll.
  • Pengeluaran modal – pengeluaran yang dapat didepresiasi seperti perlengkapan, kendaraan, konstruksi baru atau rekovasi bangunan yang ada, dan perbaikan fasilitas dan kantor yang disewa
  • Biaya awal – pengeluaran yang muncul sebelum bulan pertama operasional dan dibayarkan selama satu tahun berjalan
  • Cadangan atau escrow – uang yang disisihkan setiap bulan untuk pembayaran pajak di akhir tahun, ditambah uang yang disimpan untuk membuat pembayaran terhadap asuransi atau tagihan mesin yang berjumlah besar, misalnya
  • Penarikan oleh pemilik – pembayaran terhadap pajak penghasilan pemilik, asuransi kesehatan dan kehidupan eksekutif, dll.

Langkah 8: Jumlah uang tunai telah dibayarkan

Apabila Anda mendaftar semua biaya lain-lain dalam melakukan bisnis, tambahkan ke subtotal dari biaya operasional. Angka ini adalah “jumlah uang tunai yang telah dibayarkan”, dan mencerminkan perkiraan Anda terhadap jumlah tunai yang telah Anda habiskan di setiap bulan.

Langkah 9: Tentukan arus kas bulanan

Kurangkan jumlah uang tunai yang telah dibayarkan out (Langkah 8) dari jumlah uang tunai yang tersedia (Langkah 5). Perbedaannya adalah posisi uang tunai bulanan Anda atau arus kas Anda. Ketika Anda memplot proyeksi arus kas, yakinkan bahwa posisi arus kas Anda di akhir bulan bernilai positif. Jika bernilai negatif, ambil langkah awal untuk mengatasi kekurangan tunai yang dapat diantisipasi.

Perbarui proyeksi arus kas setiap bulan, dengan melakukan penyesuaian kapan pun Anda menjumpai biaya atau pemasukan yang tidak terduga. Ketika penjualan dan pengeluaran benar-benar terjadi, buatlah daftar jumlah sesungguhnya di sebelah perkiraan proyeksi arus kas. Periksalah akurasi dari ramalan Anda, dan buat penyesuaian untuk bulan-bulan mendatang, jika perlu. Di akhir bulan, tambahkan bulan berikutnya ke akhir dari proyeksi Anda.


Copyright © 1995-2014, American Express Company. All Rights Reserved.

 Bagi  Versi Cetak  Email
Rating (0)
If you are a human, do not fill in this field.
Klik bintang untuk menilai.
  

 

Komentar