Beranda  > Menyiapkan Laporan Keuangan - Konsep Dasar
 Bagi  Versi Cetak  Email

Terjemahan lainnya

Menyiapkan Laporan Keuangan - Konsep Dasar

ind attr

Laporan Penghasilan (Juga disebut Laporan Laba Rugi)

Laporan laba rugi menunjukkan hasil keuangan dari operasional selama satu jangka waktu tertentu.  Bandingkan ini dengan sebuah “buku harian” untuk jangka 12-bulan (misal, “Untuk Tahun yang Berakhir 2005”).  Dari laporan laba rugi, kita dapat menentukan tingkat keuntungan atau kerugian karena jumlah yang diterima daro penjualan barang dan jasa dan item lainnya dari penghasilan cocok dengan semua biaya dan pengeluaran yang keluar dari pengiriman barang dan jasa itu.  Unsur utama dari laporan laba rugi adalah:

  • Penjualan Bersih menunjukkan sumber utama uang yang diterima oleh bisnis dari pelanggan untuk barang dan jasa yang diberikan.  Item penjualan bersih mencakup jumlah yang diterima setelah mempertimbangkan barang retur dan pembayaran untuk harga yang diturunkan.
  • Biaya Penjualan dan Biaya Operasional semua biaya yang muncul di pabrik (termasuk depresiasi) untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. 
  • Keuntungan Operasional penjualan bersih dikurangi semua biaya operasional 
  • Pendapatan Bunga sumber pendapatan tambahan dari investasi
  • Biaya Bunga bunga dibayarkan kepada kreditor
  • Provisi untuk Pajak Penghasilan jumlah karena BIR

Neraca

Saldo menyajikan posisi keuangan dari bisnis pada tanggal tertentu, mirip dengan “bidikan” (misal, Per Desember 2005). Ini merupakan laporan tentang sumber keuangan (harta) yang tersedia untuk bisnis untuk menjalankan kegiatan ekonominya serta klaim (kewajiban) terhadap sumberdayanya. Perbedaan antara harta dan kewajiban merupakan modal. Ini mengikuti persamaan dasar akuntansi: Harta = Kewajiban + Modal.

Unsur utama dari neraca adalah:

  • Harta sumberdaya ekonomi seperti bangunan, perlengkapan, tanah, kendaraan bermotor, jumlah yang dihutang oleh pelanggan (piutang), paten dan deposito bank.   
  • Kewajiban kewajiban ekonomi untuk membayar jumlah tertentu yang pasti dan wajar pada satu waktu di masa mendatang. Ini merupakan klaim terhadap bisnis oleh kreditor.
  • Modal bunga residu dari pemilik di dalam bisnis.
     
    Unsur khusus dari neraca adalah:
  • Harta Lancar termasuk tunai dan aset lain yang di dalam jalannya bisnis secara normal akan berubah menjadi tunai biasanya dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.  Ini terdiri atas tunai, sekuritas yang dapat diperdagangkan (atau investasi sementara), piutang, inventaris, dan biaya dibayar di muka (pembayaran di muka, seperti asuransi, di mana bisnis belum menerima keuntungan).  Oleh karena itu, harta lancar biasanya adalah harta kejra lancar di mana harta itu secara konstan diubah menjadi uang tunai.
  • Harta Tetap disebut juga properti, bangunan, dan perlengkapan, ini menunjukkan aset-aset yang tidak dimaksudkan untuk dijual dan yang akan dipakai seterusnya untuk membuat produk, menampilkannya, menyimpannya, mengangkutnya.  Harta tetap biasanya terdiri atas tanah, bangunan, mesin, dan perlengkapan kantor.
  • Depresiasi dimaksudkan untuk tujuan akuntansi sebagai penurunan nilai manfaat akibat keausan dari penggunaan dan berjalannya waktu.  Nilai tetap juga akan menurun nilai manfaatnya dari sudut kemutakhirannya akibat penemuan baru dan teknologi maju yang diperkenalkan.  Biaya yang keluar untuk mendapatkan properti, bangunan, dan perlengkapan harus menyebar di sepanjang usia manfaat yang diperkirakan.  Metode yang umum digunakan adalah depresiasi garis lurus.  Tanah tidak terkena depresiasi.
  • Kewajiban Lancar biasanya mencakup semua hutang yang jatuh tempo dalam setahun. Pembayaran yang dibuat untuk hutang lancar biasanya datang dari harta lancar bisnis.
  • Hutang Dagang menunjukkan jumlah yang dihutang oleh bisnis ke kreditor bisnis reguler dari mana bisnis membeli barang atau jasa.
  • Nota Bayar uang yang dihutang ke bank atau pemberi pinjaman lainnya (yang tercantum di dalam nota kesanggupan (promes) yang telah diberikan oleh peminjam).
  • Kewajiban Akrual Dibayar dapat mencakup gaji dan upah yang dibayarkan ke karyawan, bunga terhadap dana yang dipinjam dari bank, premi asuransi dan item sejenis. Sepanjang jumlah yang dihutang belum dibayar pada tanggal neraca, biaya ini dikelompokkan sebagai total di bawah biaya akrual dibayar.
  • Pajak Penghasilan Dibayar jumlah yang diutang dan dibayar ke BIR
  • Kewajiban Jangka Panjang hutang yang jatuh tempo setelah satu tahun dari tanggal laporan keuangan

Ada baiknya menyiapkan laporan keuangan dan neraca secara berkala untuk memandu wirausahawan dalam mengambil keputusan penting yang harus dibuat berkaitan dengan bisnis. Ada sejumlah solusi teknologi yang tersedia untuk membantu wirausahawan dalam membuat laporan keuangan ini.

ind cp
 Bagi  Versi Cetak  Email
Rating (0)
If you are a human, do not fill in this field.
Klik bintang untuk menilai.
  

 

Komentar